Text
Biarkan jarak Yang Bercerita
Salah satu ciri khas yang membedakan kumpulan puisi ini dengan karya sastra lainnya adalah penggunaan diksi yang kuat dan penuh nuansa. Nabilatul Ilmiyah dengan cermat mengadopsi kata- kata yang berasal dari bahasa Sanskerta, seperti bumantara, nayanika, bentala, candramana, laluna, dan masih banyak lagi. Pemilihan kata-kata tersebut tidak hanya memberi kesan mistis dan misterius, tetapi juga memperkaya lapisan makna dalam puisi-puisi yang ditulisnya.
Kelihaian Nabilatul Ilmiyah dalam mengolah diksi dan indra sangat mencolok. Dengan mengganti kata-kata umum seperti "mendengar" menjadi "rungu", "ngobrol" menjadi "muna muni", dan "gerak" menjadi "laku", ia berhasil menciptakan nuansa yang lebih dalam dan mistis. Penggunaan kata-kata ini mengajak pembaca untuk merasakan dunia melalui dimensi yang lebih peka-mendengar bukan hanya dengan telinga, tetapi dengan hati (rungu); berbicara bukan hanya dengan suara, tetapi dalam keheningan batin (muna muni); dan bergerak bukan hanya dengan tubuh, tetapi dengan kesadaran akan setiap langkah hidup (laku). Dalam baris seperti Begitu lanyah bagai kasuari, Nabilatul juga menggambarkan perjuangan hidup yang penuh kelelahan namun tetap berlanjut, seperti kasuari yang meski tampak berat, tetap melangkah dengan kekuatan tak terduga.
Tidak tersedia versi lain